Rabu, 27 Januari 2010

Istri Umar bin Khatab Cerewet??

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.



Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan
pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya,
membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat
darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang
raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi
laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah
istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab
yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan
akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran
api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari
liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari,
bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke
langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu
istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang
malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan
terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan
uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan
darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama
24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan
penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara
rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal
itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena
(mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari
semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi
berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar.
Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata
busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang
pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada
yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri.
Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan
bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang
menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas
agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan
pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas
membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang
membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan
tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras,
beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi.
Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur
asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam
melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi
anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan
memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran
bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun
terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri
si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik
untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci
suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya
ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah
tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api
neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak,
menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,
tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela
dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya,
barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga
tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.
Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak
hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi
keluarganya

**** Diolah dari Cahaya Iman, edisi kamis, 30 November 2006-11-30, Bersama Ustad Cinta di Indosiar pukul 04:30 ***

100 - 10 = 7090! .. 100 - 20 = 14080! .. Matematika dari mana nih???

Bismillah..
Maha Suci Allah dengan Kesempurnaan-Nya..

Assalamu'alaikum wr wb..

(Pertama)



Suatu menghabiskan waktu menilik mainan baru bernama FB ini, mata saya tertuju pada status update dari salah satu sahabat terbaik saya.. kurang lebih seperti ini..

100 - 10 = 7090 *)
100 - 20 = 14080
100 - 30 = 21070
..

Matematika dari planet mana ini???

(Kedua)
Di hari yang lainnya, sahabat saya bercerita tentang suatu nilai yang diajarkan oleh almarhum ayahanda.

Ayahandanya berkata "bersedakahlah kamu selagi mampu dan bisa, cobalah untuk terus meningkatkan kadar dan kualitasnya".

Hari itu didalam dompet sang ayah ada beberapa lembar 500, 1000an, 5.000an dan 10.000an. "Mana yg akan kamu berikan untuk sedekah?" ia bertanya kepada sahabat saya itu. Ia menjawab, "500 ayah!" karena biasanya semua orang yg ia tahu akan memberikan yg terkecil untuk disedekahkan.



Ayahanda beliau pun tersenyum. "kenapa 500?" kembali sang ayah bertanya. "Kenapa bukan 10.000?"

Pertanyaan itu membuat sahabat saya tertegun dan mengernyitkan dahinya.

Sang ayah pun melanjutkan "Lebih berat mana, ngasih 500 atau 10.000?". Ia terdiam dan menjawab "lebih berat 10.000 ayah".

Kembali ia tersenyum dan berkata "Semakin besar uang yang Allah titipkan kepada kita, maka semakin berat juga amanah yang ada dibelakangnya. Kita merasa berat memberi karena belum ada keikhlasan yang sempurna. Belajarlah untuk ikhlas, semakin besar semakin baik. Semakin besar jumlah yang bisa kita keluarkan, maka beban kita di dunia kaan semakin ringan, dan bagian yang kita keluarkan itu akan menjelma menjadi nilai yang tak terhingga yang akan membantu kita di akherat kelak".

Begitulah amanat almarhum yang meninggal dunia di usia 47thn. Rupaya Allah tidak ingin beliau yang insya Allah sudah bersih, ternoda oleh dosa dunia sehingga segera dipulangkan ke asalnya.

*********

" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. 2:261)



Bayangkan 700 kali lipat!!

*) 100 - 10 = 90
10 dilipat gandakan menjadi: 10 x 700 = 7000
TOTAL AKHIR = 7000 + 90 = 7090

Ada yang bertanya, jadi kalau saya sedekahkan Rp10.000, maka saya akan mendapatkan kembali Rp.700.000?? Semudah itu?

Silahkan buktikan, dan ceritakan kepada saya hasilnya wahai sahabatku.

Yang perlu diingat, IKHLAS.. IKHLAS.. IKHLAS..

Kadang matematika sedekah ini tidak kasat mata. Tidak melulu diganti uang dengan uang. Tetapi Allah Yang Maha Suci dengan Kesempurnaan-Nya juga Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hambat-Nya. Diganti keselamatan dijalan, kesehatan, kemudahan berusaha, kebahagiaan keluarga, anak yang berbakti dan lain sebagainya.

Wallahu'alam.

Semoga kita senantiasa IKHLAS.. IKHLAS.. dan IKHLAS

@Depok, 17 October 2009
Gita Ranuhardi

Ketika Lupa Kita Selalu Diingatkan

Lupa. Lupa lupa lupa lupa lagi syairnya..
Ingat. Ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya..
begitulah kata kuburan, yang memaksa penderita *Alzheimer menciptakan sebuah lagu.Hal seperti ini memang sudah menjadi sifat dasar manusia yang mudah ingat, mudah lupa. Tapi kita kebanyakan lupa..ketinggalan dompet lah, lupa ngerjain tugas lah, lupa mandi lah, lupa cebok loh. Dimana inget kita pending dulu..hmm..

Seperti hari kemarin yang aku alami..
sarapan sedap, cuaca cerah, suasana hati yang tenang, bensin full tank, jaket dobel, pokonya segala nya sudah aku persiapkan untuk bekerja. Bismillah..
pokonya aku ingat..
tapi..DUASSShhhh..motorku ditabrak dari belakang..gadebag gedebug..urus ini itu..dan..begitulah..

Aku ingat kalau aku berdosa, tapi aku lupa bertobat
Aku ingat kalau aku diberi banyak nikmat, tapi aku lupa bersyukur
Aku ingat kalau aku sehat, tapi aku lupa menjaganya
Aku ingat kalau aku punya uang, tapi aku lupa sedekah
Aku ingat kalau aku salat, tapi aku lupa ke masjid
Aku ingat kalau aku punya orang tua, tapi aku lupa berbakti
Aku ingat kalau aku punya banyak waktu, tapi aku lupa memanfaatkannya
Aku ingat kalau aku hidup bersosialisasi, tapi aku lupa telah sombong
Aku ingat kalau aku hidup, tapi aku lupa mati..
Aku ingat..dan Aku lupa..

Aku Telah Diingatkan Ketika Aku Lupa..Terima kasih Ya Rabb..


*Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.
Lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius. (wikipedia)

Selasa, 05 Januari 2010

Autisme: We (Should) Do Care

Yep fellas, mungkin diantara kamu ada yang memiliki anak, adik-kakak, saudara atau tetangga penyandang autisme? We should do care.. tugas kita membantu mereka dengan menerima apa adanya seperti menerima anak-anak yang lain. Tanpa membuat mereka dipaksa menjadi normal menurut mainstream masyarakat. Dan please, jangan sembarangan menggunakan kata “autis” untuk mencap seseorang atau produk karena hal ini sangat sensitif.


History
Pada tahun 1943 Leo Kanner menulis tentang infantile autisme yang menerangkan tentang berbagai gejala yang didapat pada masa kanak-kanak dengan menggambarkan kesendirian, keterlambatan dalam perkembangan bahasa, melakukan aktivitas spontan terbatas, stereotip, obsesi terhadap cemas dan takut akan perubahan, kontak mata dan hubungan dengan orang lain pun buruk, dan lebih menyukai benda mati atau gambar. Dikenal juga dengan sebutan Autism Spectrum Disorders (ASDs)
Anak-anak dengan autisme tidak mampu membentuk jalinan emosi dengan orang lain. Ada banyak hal yang sulit dimengerti oleh pikiran, perasaan, dan orang lain. Bahasa mereka adakalanya mengalami kegagalan, sehingga sulit berkomunikasi dan sosialisasi. Mereka pun kaku menjalani pola rutinitas kegiatan sehari-hari, bahkan seringnya melanggar aturan. Selain itu ada beberapa anak merasa sensitif dengan suara atau bunyi yang terdengar di telinga, sentuhan pada kulit atau tubuh, pandangan mata, bahkan penciuman. Ciri lainnya adalah melakukan gerakan meniru, baik ucapan atau gerakan. Ada juga yang melakukan self injury, yaitu melukai anggota tubuh misalnya headbang, mengorek-ngorek luka, menggigit anggota tubuh.

Ada banyak faktor yang menyebabkan autisme. Ringkasnya adalah disebabkan dari kelainan struktur saraf pada otak, genetik, sistem imun (akibat racun/timbal), dan kerusakan sistem metabolisme atau alergi makanan. Gejala mulai tampak pada usia 18-19 bulan. Seperti tiba-tiba menolak kehadiran orang lain, beperilaku aneh, dan kemunduran, bahasa-sosialisasi yang pernah dimilikinya. Autisme lebih sering ditemukan pada anak laki-laki 3-4 kali lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Jika wanita yang mengidap, kemungkinan lebih serius dan terdapat riwayat genetik pada keluarganya.


Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, masalah autisme meningkat sangat pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bila tahun 1990-an jumlah anak penyandang autisme adalah 15-20 per 10.000 anak, maka pada tahun 2000-an diperkirakan ada 1 per 150 anak di Amerika, dan 1 per 166 anak di Inggris. Sehingga sampai tahun ini sedikitnya terdapat sekitar 35 juta penyandang autisme di seluruh dunia. Awalnya autisme terdapat pada keluarga dengan status sosial-ekonomi tinggi, namun akhir-akhir ini ternyata terdapat pula pada status sosial-ekonomi rendah.

Melihat peningkatan yang terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan penyandang autisme sudah ada di seluruh pelosok Indonesia. Yang menyedihkan adalah kurangnya tenaga ahli yang paham mengenai autisme dan kurang tersebarnya pengetahuan mengenai penanganan anak penyandang autisme. Sehingga selain di kota besar, penanganan anak-anak ini masih sangat minim bahkan sering terjadi salah diagnosis atau terapi.

Wawasan masyarakat awam pun masih sangat minim. Sering tejadi kesalahpahaman pengertian autisme itu sendiri. Misalnya perlakuan masyarakat yang melabel nakal, bahkan gila atau sekolah yang tidak menerima anak-anak seperti ini. Atau penggunaan kata “autis” untuk mengejek orang tertentu, yang paling parah kejadian yang baru-baru ini mendapat protes cukup keras dari orang tua dan aktivis mengenai iklan sebuah gadget yang menggunakan kata autis dalam iklannya. Bukankah ini pertanda sebuah kurang kepedulian masyarakat terhadap autisme?

Kabar baiknya, Di Indonesia telah menaruh perhatian yang cukup besar terhadap masalah ini. Terbukti dengan mulai berkembangnya perhimpunan atau lembaga yang concern terhadap autisme, dan tenaga ahli seperti psikologi, orthopedagog (tenaga pengajar), terapis. Juga mulai munculnya sekolah khusus autistik atau sekolah inklusi (menerima anak dengan kebutuhan khusus). PBB dan negara-negara di dunia telah menjadikan autisme sebagai masalah global yang harus segera ditangani seperti AIDS. Dan mendeklarasikan setiap 2 April diperingati sebagai hari autisme di dunia.



type
Menurut Baron-Cohen (1993) ada beberapa kondisi yang –sebagai pembanding- mirip gejala autism, antara lain:
- Elective mutism, kondisi dimana anak menolak untuk berbicara pada situasi tertentu.

- Attachment disorder, yaitu bila anak tidak mampu mengembangkan ikatan emosional yang stabil dengan orang tuanya (biasanya karena masalah dengan keluarga atau kekerasan –abuse-).

- Developmental receptive language disorder, keterlambatan dalam bahasa tetapi perkembangan sosialnya normal.
- Mental handicap, apabila semua perkembangan mengalami keterlambatan
- Atypical autism, hanya satu atau dua gejala yang ada sebelum mencapai usia 3 tahun.
- Asperger’s syndrome, yaitu bila perkembangan intelegensi dan bahasa normal, namun sosialnya abnormal.

- Reet’s syndrome, terjadi pada wanita dengan gangguan neurologis seperti gerakan tidak wajar pada tangan.
- Disinteragative syndrome, bila semua perkembangan terus menurun setelah periode perkembangan normal.

- Hyperkinetic disorder with stereotype/ attention deficit disorder, bila anak mengalami gangguan dalam konsentrasi, mudah kikuk, gelisah, dan perilaku berulang.

*berbagai sumber*


quote by DONNA WILLIAMS
"Nobody Nowhere"

In a room without windows
In the company of shadows
You know they won't forget you

They'll take you in.
Emotionally shattered,
Don't ask if it mattered

Don't let that upset you
Just start again.

In a world under glass
You can watch the world pass

And nobody can touch you
You think you're safe.
But the wind can blow cold,
In the depths of your soul

Where you think nothing can hurt you,

Till its too late.
Run till you drop, Do you know how to stop?

The people walk right past you.
You wave goodbye.
And they all merely smiled,

For you looked like a child,

Never thought that they'd upset you,

They saw you cry.

In the war of your soul,

You can't hear them at all,
And the world becomes an echo
Of what's left outside.


But nobody can win,
If you can't let them in

And there's nobody to answer

From that place where you hide.


Take advice, don't question the experts.
Don't think twice,
you just might listen.

Run and hide to the corners of your mind, alone,

Like a Nobody Nowhere.