Rabu, 27 Januari 2010

Ketika Lupa Kita Selalu Diingatkan

Lupa. Lupa lupa lupa lupa lagi syairnya..
Ingat. Ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya..
begitulah kata kuburan, yang memaksa penderita *Alzheimer menciptakan sebuah lagu.Hal seperti ini memang sudah menjadi sifat dasar manusia yang mudah ingat, mudah lupa. Tapi kita kebanyakan lupa..ketinggalan dompet lah, lupa ngerjain tugas lah, lupa mandi lah, lupa cebok loh. Dimana inget kita pending dulu..hmm..

Seperti hari kemarin yang aku alami..
sarapan sedap, cuaca cerah, suasana hati yang tenang, bensin full tank, jaket dobel, pokonya segala nya sudah aku persiapkan untuk bekerja. Bismillah..
pokonya aku ingat..
tapi..DUASSShhhh..motorku ditabrak dari belakang..gadebag gedebug..urus ini itu..dan..begitulah..

Aku ingat kalau aku berdosa, tapi aku lupa bertobat
Aku ingat kalau aku diberi banyak nikmat, tapi aku lupa bersyukur
Aku ingat kalau aku sehat, tapi aku lupa menjaganya
Aku ingat kalau aku punya uang, tapi aku lupa sedekah
Aku ingat kalau aku salat, tapi aku lupa ke masjid
Aku ingat kalau aku punya orang tua, tapi aku lupa berbakti
Aku ingat kalau aku punya banyak waktu, tapi aku lupa memanfaatkannya
Aku ingat kalau aku hidup bersosialisasi, tapi aku lupa telah sombong
Aku ingat kalau aku hidup, tapi aku lupa mati..
Aku ingat..dan Aku lupa..

Aku Telah Diingatkan Ketika Aku Lupa..Terima kasih Ya Rabb..


*Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.
Lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius. (wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar